Berikut hal-hal yang perlu di perhatikan :
Di jepang ada 4 musim yaitu Musim Dingin (Desember –
Februari), Musim Semi (Maret – Mei), Musim Panas ( Juni – Agustus) dan Musim
Gugur (September – November)
01. Selama bulan Maret sebenarnya sudah memasuki musim Semi tapi di awal-awal bulan suhu masih lumayan dingin antara 5 sampai 15 derajat celcious karena angin masih membawa rasa dingin yang siap menusuk tulang. Oleh sebab itu sebaiknya membawa perlengkapan Jaket, Baju dingin, Sarung Tangan, Slayer dan Topi. Payung lipat krcil yang bisa masuk tas akan membuat nyaman selama perjalanan jika sewaktu-waktu di perlukan sudah siap.
02. Jangan lupa membawa body lotion dan lip balm, kerena selama suhu masih dingin maka kulit akan mengering. Di beberapa hotel ada body lotion gratis tapi tidak dengan lip balm.
03. Selama ikut paket tour ke Jepang, sebaiknya arloji di set dan disesuaian dengan local time di sini atau 2 jam lebih cepat dari waktu WIB. Ini di maksudkan agar mindset kita langsung bisa menyesuaian jika tour guide nya bikin schedule misalnya, jam berapa morning call, Sarapan dan jam berapa berangkat tour. Juga ketika acara bebas selama tour maka akan di tentukan jam berapa berkumpul kembali. Ingat jangan suka membiasakan diri pakai jam karet alias suka menunda-nunda karena akan merugikan anggota rombongan yang lain dan kalau ketemu apesnya tour leader bisa tersinggung dan dia akan komentar...Kita Tak Pakai Jam Indonesia ya....alias Jam Karet. Hi...hi..hi,,,
04. Colokan listrik di jepang pakai yang jenis colokan 2 pipih, siapkan sebelum berangkat kesana. Listrik voltase di sana adalah 110 volt sementara kebanyakan gadget dari Indonesia 220 volt, sehingga converter di perlukan jika ingin mengecharge camera SLR dan sejenisnya. Pengalaman saya ketika mengecharge battery camera SLR tanda converter memang terisi dan bisa full battery nya akan tetepi ketika di gunakan akan gampang habis dan di kemudian hari akan error seolah olah battery nya yang rusak, padahal hanya kurang daya saja. Untuk gadget lain seperti Laptop, HP, BB dan Ipad sepertinya tidak ada masalah jika langsung di colok ke listrik tegangan 110 volt di sana.
05. Makanan di Jepang pada umumnya enak hanya perlu penyesuaian saja maka membawa saus sambal bisa jadi alternatifnya. Umumnya Japanese Menu ada ikan mentah tapi ada baiknya di coba biar tahu seperti apa rasanya.
06. Tidak mudah mendapatkan tanda-tanda makanan halal di sini tetapi jika pergi berlibur dengan rombongan maka tour leader akan menginformasikan mana makanan yang halal dan mana yang tidak. Yang tidak halal biasanya di tempelin stiker warna merah.
07. Orang Jepang sangat ramah dan sangat menjaga kebersihan, maka kebiasaan buruk kita yang suka membuang sampah sembarangan hendaknya di hentikan dan mulai belajar kebersihan dari bangsa Jepang.
08. Orang jepang umumnya berjalan sangat cepat dan tidak saling ngobrol atau menyapa walau papasan dengan sesame mereka, maka sebaiknya biasakan saja dengan pola hidup mereka.
09. Kenbanyakan orang-orang jepang memakai masker baik di jalan maupun di keramian, bukan karena malu punya jerawat atau wajahnya jelek….tapi lebih karena mengantisipasi serbuk bunga yang beterbangan ketika musim semi tiba. Ini di sebabkan beberapa serbuk bunga akan membuat kita pusing atau mabuk ( kayak ngelem…..katanya) atau kalau kena mata cukup membuat perih.
10. Jika ingin membeli souvenir atau oleh-oleh sebaiknya belanja di tempat dimana kita berkunjung, misalnya di Osaka maka semua souevenir yang khas Osaka hanya ada di sini, begitu juga dengan kota – kota lain, misalnya Hiroshima, Yokohama atau Tokyo maka masing - masing kota tersebut hanya menjual yang khas kotanya saja.
11. Toko 100 yen, emang kesannya murah ya….seperti toko SERBU alias SERBA SEPULUH RIBU kalau di Indonesia, namun di toko 100 yen anda akan susah mencari souvenir yang berkualitas dan kebanyakan malah menjual alat-alat tulis, camilan dan barang-banrang rumah tangga lainnya. Harga juga tidak semuanya 100 yen, ada yang lebih dari itu juga.
12. Oh ya….yang nggak kalah penting, rata-rata orang Indonesia jika tour ke luar negri, TOILET adalah tempat favorite untuk di jadikan rebutan ketika turun dari bus. Maka biaskan ngantri dan lihat sign yang ada dalam toilet karena sebagian besar huruf jepangnya lebih besar dari bahasa ingrisnya. Di Jepamg sebagian besar toilet menggunakan sensor maka bagi yang muslim takut najis sebaiknya membawa tissue untuk membersihkan anggota badan setelah buang air kecil. Jika memungkinkan carilah WC sehingga ada air plus tissue di sini.
13. Merokok juga ada aturanya, ada beberapa tempat yang tidak di perbolehkan sembarangan merekok, maka tanyakan dengan tour guide jika ragu-ragu.
14. Nah….ini yang paling PENTING khusus MUSLIM. Selama tour biasanya tidak ada pemberhentian untuk sholat, maka silahkan tayamum di dalam bus dan langsung sholat di dalam kendaraan. Insya allah tetap di terima sholat kita, Wallahu a’lam. Di kamar hotel jiga tidak ada petunjuk arah kiblat maka sebaiknya bawa gadget yang ada kompasnya atau yang bisa menunjukkan arah ka’bah ketika sholat.
15. PERINGATAN bagi yang suka jalan sendiri. Sebagian besar orang Jepang tidak mengerti bahasa Inggris, sehingga bawalah peta yang bisa di dapatkan di tempat-tempat umum seperti lobby hotel, area wisata dan lain-lain. Jika menanyakan suatu tempat tunjukkan saja peta nya ke mereka. GPS di gadget kita juga akan banyak membantu.
16. Yang super PENTING, bawalah selalu PASSPORT anda selama jalan-jalan di sana karena kita tidak tahu jika sewaktu-waktu itu di perlukan. Nama dan alamat hotel tempat kita menginap juga sangat penting di catat di HP kita, agar jika kita tersesat pas jalan-jalan sendiri bisa di tanyakan ke orang-orang sekitar.
17. Oh Iya....karena rata-rata toko di Jepang tidak menerima mata uang asing (Kecuali toko besar atau Branded) sebaiknya bawa Yen dari Indonesia secukupnya. Namun jika ternyata stock Yen anda habis, anda bisa tarik di ATM yang ada logo VISA atau MASTER. Nah ATM ini anda bisa tarik pecahan YEN dari 1,000 sampai 10,000 Yen...
Selamat Berlibur di JEPANG....negara yang Indah, bersih dan Modern.....

