
Surabaya sebagai icon Jawa Timur saat itu, adalah kota besar yang mampu membuat godaan para kaum Muda untuk mengexpresikan jati diri. Mulai dari hobby kebut-kebutan, dunia malam dan kenakalan remaja menjadi pelengkap icon kota besar.
Teman - temen SMA pun tidak lepas dari pengaruh gaya hidup kota besar itu. Hampir setiap pagi pecahan botol MIRAS sering berhamburan di peremapatan sekolah. Dan kabar meninggal nya teman setelah pesta Tahun baru, memperkuat dugaan mereka adalah salah satu korban pengaruh buruk kota besar.
Saya selalu berusaha hidup tidak mengikuti arus. Tidak ngetrend kata mereka, tapi bagiku apa ngetrend belum tentu baik. Teman SMA ku salah satunya. Siangnya saya ketemu dia masih segar-bugar tapi besoknya sudah harus masuk liang lahat yang sempit, gelap dan penuh lumpur.
Muda Foya-Foya, Tua Kaya Raya dan Mati Masuk Syurga, tidak semudah kata-kata