Seumur hidupku, saya belum pernah dan nggak akan pernah ingin ketemu dengan nama itu. KUYANG kata orang setempat hampir sama dengan LEAK di BALI atau BANASPATI di pulau JAWA.
Di Kalimantan Tengah, KUYANG katanya adalah sebuah kepala manusia plus usus yang terburai dan melayang di udara pada malam hari untuk mencari mangsa. Hanya orang-orang yang terpilih bisa menjadi KUYANG.
Ketika saya bekerja di salah satu tambang emas di sana, untungnya saya tidak tahu tentang kata KUYANG itu, andai saya tahu pasti beda ceritanya. Selama di sana saya tinggal di mess perusahaan yang kebetulan JS-10 adalah mess paling belakang. Belakang dari mess itu di pagari oleh kawat berduri dan bersentuhan dengan hutan bambu yang lebat. Jika malam hari dan angin bertiup kencang, suara gesekan daun dan ranting bambu menambah suasana begitu mistis apalagi di terangi sinar bulan Purnama. Makin sempurnalah suasananya magis itu.
JS-10 ada 6 kamar untuk 6 karyawan, namun karena bekerja di tambang ini menggunakan sistem roster, maka biasanya hanya 3 - 4 orang yang menghuni. Sialnya, selalu ada waktu kosong dimana dari 3 orang itu tinggal bersama-sama. Mas Agus dari Dyno lebih suka tinggal di kampung sehingga praktis kadang saya harus tinggal sendirian di mess itu.
Hampir tiap malam saya mendengar suara seperti burung yang sedang terbang di atas mess dengan suara kepaknya sayapnya yang terlalu keras suaranya. Saya pun tidak menaruh juriga.
Akhirnya ketika saya sudah tidak bekerja lagi di sana baru tahu bahwa suara-suara itu adalah KUYANG. Merinding seluruh bulu kuduk ku ketika mas Usah menceritakan semua ini. Untungnya mas Usah yang asli orang Kalimantan Tengah menceritakanya kepada saya ketika saya sudah berhenti dari perusahaan itu, seandainya belum....tak tahu apa yang terjadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar