
Seperti biasa, setiap tanggal 20 an setiap bulan saya atau staff acounting yang lain harus ke Muara Teweh, sebuah kota kecil di kabupaten Barito Utara. Dari Dock site perusahaan kami perlu wakyu 4-5 jam untuk sampai ke Muara Teweh dengan menggunakan speed boat, tak ada jalan darat.
Sore itu rencananya kami berangkat sekitar pukul 16.00, namun karena masih banyaknya pekerjaan akhirnya kami terpaksa meluncur jam 19.30. Malam sudah terlihat pekat untungnya rembulan purnama masih mau menerangi sekitar SUNGAI BARITO yang dikelilingi hutan lebatnya. Sejurus kemudian, saya, mas Taufik, 2 brimob dan pak Pugau sang sopir speed boat beranjak menyusuri sungai barito yang tenang. Sungai itu memperlihatkan kedalamanya lewat air yang mengalir tenang dipermukaanya. Kami membelah dimalam yang gelap menyusuri liukun indahnya sungai barito yang diterpa rembulan.
Ngeri membayangkan jika speed boat yang saya tumpangi rusak atau bahkan pecah menabrak batang pohon larut, apa jadinya. Betul-betul malam yang mendebarkan. Pak Pugau hanya mengandalkan instingnya kapan harus belok kiri kapan harus belok kanan. Kami pun percaya 100% dengan dia, karena dia sudah bertahun-tahun menyusuri sungai itu siang dan malam.
Lewat tengah malam akhirnya kami sampai di Muara Teweh, kami langsung istirahat di Hotel Pacifik Muara Teweh. Karena kelelahan di balut dinginnya malam sepanjang perjalanan, saya tidur dengan lelap. Esok paginya saya ke BNI setempat untuk mengambil uang gaji bagi teman-teman di Indo Muro Kencana.
Akhirnya setelah urusan kelar kami meluncur pagi harinya kembali ke dock site IMK di Mangkahui tak lupa makan siang dulu di Puruk Cahu dengan menu udang sungai yang luar biasa rasanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar