Senin, Mei 12, 2008

JIPEN APA KAWIN SIRI?


TAMBANG bagaikan lampu pijar lengkap dengan laron dan kupu-kupunya. Dimana tambang baru dibuka, di situlah masyarakat terbentuk di sekitarnya dan tentunya tidak ketinggalan para wanita penghiburnya.

Menjalani kehidupan terpisah dari Istri dan anak-anak selama 6 minggu ditengah hutan belantara, membuat sebagian pekerja tidak mampu menahan hasrat biologisnya. Maka beli "sate" adalah pemandangan biasa. Di kilometer 5, semua kebutuhan pria dewasa tersedia, mulai dari Tukang Pijat, Tukang Jamu sampai Tukang "Menjamu". Karaoke, Bilyard dan Judi juga ada. Semua hidup bagai kampung baru yang segalanya serba ada. Hanya "moral" yang tidak di jual disini.

Baik para pekerja Lokal maupun bule-bule suka menghabiskan malam di sini. Bercengkarama dengan gadis-gadis baru "stock" lama. Harga bisa negolah.... Yang jelas nggak bisa ngutang apalagi potong gaji.

JIPEN, istilah baru yang hanya kudengar disini. Akhirnya dengan penuh rasa ingin tahu saya bertanya ke teman kiri-kanan, apa itu JIPEN. Akhirnya terjawab walaupun saya tidak yakin 100%. JIPEN konon semacam Kawin Kontrak alias Kawin Siri alias Kawin di bawah tangan. Perkawinan ini hanya memerlukan ijin kepada adat dan di saksikan teman dan kerabat dan sudah "syah" seperti layaknya pasangan suami istri

Saya jadi maklum, ini adalah cara lain agar lebih sehat dan lebih "IRIT" bagi laki-laki dewasa yang ingin menyalurkan "Cinta Lokasinya". Dengan bekal uang 250 ribu anda sudah bisa dan secara "Syah" menurut adat setempat untuk hidup layaknya pasangan "Suami Istri". Yang membedakan Jipen ini hanyalah dengan uang 250 ribu pula lelaki boleh "Menceraikan" pasangan Jipennya. Suatu tradisi yang sangat sangat menggelitik jiwa saya.

Tidak ada komentar: