Kerja di Site yang jauh dari kota Lubuk Lingau biasanya kami tempuh dengan kendaraan sewaan. Salah satunya milik pak Sukri dengan Mitsubishi ST-nya. Karena pak Sikri orang Lubuk Linggau maka dia sangat paham situasi disana termasuk liku-liku jalan tikusnya. Saya biasanya berangkat dari Lubuk Linggau menuju Karang Jaya-Musi Rawan pukul 05.00 pagi dan kembali kerumah rata-rata jam 19.00
Perjalanan Lubuk Linggau sampai site di tempuh kurang lebih 1 setengah jam dan selama perjalanan pak Sukri "Alkatiri" (panngilan akrab kami), selalu memutar musik-musik berirama melau atau dangdut. sehingga tak heran saya pun banyak tahu lagu-lau Meggy Z, Cacha Handika, Mansyur S, Mega Mustika, Jhony Iskandar dan lain-lain.
Rupanya kebiasaan warga disana setaip kali ada hajatan atau khitanan, maka mereka mengundang Organ Tunggal atau pemain Keybord Midi sendirian yag hanya di temani vokalis alias penyanyi. Dengan kecanggihan teknologi, maka untuk urusan menghibur tamu undangan cukup diwakili satu alat yang bernama keyboard alias elektone maka suara gitas, bas, ketipung dan suling udah ada. Tinggal menunggu kepiawaian operatotnya untuk mampu meramu dan menghasilkna musik yang enak di dengar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar