Jumat, Juni 12, 2009

Kena Jipen Babi


Tinggal dan berinteraksi dengan masyarakat di pedalaman Kalimantan Tengah, saya sebagai pendatang harus bersikap hati-hati. Lengah sedikit bisa-bisa pulang tidak membawa gaji.

Persistiwa ini terjadi menimpa Rony teman kami. Seperti biasa dia meluncur dari camp menuju tempat kerjanya di Dock Site yang kira-kira jaraknya 6 km. Dengan mobil Toyota Landcruser HZJ75 - fasilitas perusahaan, Rony melaju kencang pagi itu. Tak terasa Rony telah menabrak "bayi babi" seorang pendukduk yang tinggal di pinggir jalan perusahaan itu.

Tak pelak babi pun tewas seketika. Karena laju mobil Dony meninggalkan debu yang cukup tebal, maklum jalan tambang hanya tanah yang di uruk Sirtu (Pasir sama Batu), maka Dony tidak mendengar teriakan sang pemilik babi untuk berhenti dan menyelesaikan proses ganti rugi.

Belum lama Rony serius bekerja tiba-tiba ada panggilan radio dari kantor admin bahwa dia harus ke kantor segera karena ada babi yang tertabrak mobilnya pagi itu. Sedikit heran dan bertanya-tanya dalam hati, Rony menebak-nebak akan besarnya nilai "Jipen" seekor anak babi itu. Dengan berat ditinggalkanya pekerjaan yang menumpuk itu dan segera naik di mobil "import" nya menuju kantor Admin. Kali ini Rony tidak memacu kencang mobilnya agar tidak timbul korban babi, anjing atau ayam milik pendukuduk sekitar. Bisa-bisa pesangon pun lewat jika itu terjadi

Belum sempat dia duduk, umpatan pemilik babi sudah mendampratnya. Tidak bertanggung jawablah, di tuduh jagoan dan sebagainya. Mennadari pemilik babi sangat murka, Rony hanya minta maaf dan lagsung masuk "ruang meeting" untuk menyelasaikan "kompensasi" atas 1 ekor babi yang telah di tabraknya pagi itu.

Negoisasi sangat alot, Rony yang di wakili Humas Perusahaan menawar 300,000 dari tuntutan pemilik babi yang ngotot dengan harga 1,500,000. Pemilik babi beralasan jika babi itu tidak di tabrak, pastinya nanti babi itu akan beranak-pinak lebih dari 5 ekor. Tinggal kalikan saja 5 X 300,000 sama dengan 1,500,000.

Ilmu berhitungnya benar tapi apa pasti babi yang di tabrak pagi itu akan umur panjang dan beranak-pinak seperti perkiraan bapak itu. Lha kalau babi itu di terkam anjing hutan atau kena penyakit terus mati gimana, kan nggak ada yang bisa menjamin. Tapi sudahlah, bagi Rony argumen itu tak pantas di jadikan pembelaan demi "menawar" harga atas matinya seekor babi yang telah ia tabrak pagi itu.

Dengan berat hati akhirnya, Rony setuju membayar nilai 1,500,000 untuk seekor anak babi dan tentunya setengah harga itu harus rela gajinya di potong bulan ini.

Sunnguh pelajaran yang menarik, bahwa Hati-hati dan Pelan-pelan dalam mengendarai mobil di area itu jauh lebih murah ongkosnya di banding harus membayar "jipen babi".

Tidak ada komentar: